PENANGGALAN

Minggu, 19 April 2026

the Candidate.


# Sang  Candidat.

Pejabat pucuk angin sudah hapal mana saja daerah yang ber-APBD  melimpah mudah untuk dijarah, kemudian ditelan mentah-mentah hingga muntah dengan modus membiarkan kepala Daerah bersama  SKPD, anggota dewan merampok APBD dan praktek KKN tumbuh subur. Sibuk mengurus modus proyek sendiri yang penuh rekayasa. 

Kadang setiap minggu mereka ijin keluar daerah hanya untuk mesum dan pesta pora  dengan dalih tugas negara. Tanpa malu menyandang gelar S3 yang dipungut dari bak sampah agar gagah. Setelah dosanya sempurna, mereka digertak lalu dijadikan mesin  ATM. Akhirnya, APBD melimpah ruah itu musnah tak tentu arah tanpa pernah bermasalah.  Masyarakat sudah sangat muak dengan semua bentuk konspirasi para komunal tikus got berjas seperti ini.

Siapa peduli?! Emang gue pikirin?!---
Tadi malam, dua Dewa meneken MOU top secret di hotel mewah. Mereka  konspirasi menguasai kekayaan daerah setelah aturan hukum sudah tidak memberinya celah untuk berkuasa lagi setelah dua periode. Mereka sepakat untuk menciptakan kloning boneka baru dari orang-orang dungu dan lugu yang mudah ditipu.

Esoknya si Panjul  dijemput secara khusus oleh sang bos kapal tanker untuk dimasukkan sekolah kepribadian dibawah konsultan politik dan entertainer top. Dicuci otaknya untuk diplot sebagai kepala daerah menggantikan tuan H.Thakur.  

Phufffh, muantaaap jiwa!
Enam bulan sebelum acara pilkada digelar, wajah Panjul yang sudah kinclong muncul menghiasi semua media massa tv, koran, baliho, banner spanduk besar di setiap perempatan jalan protokol dengan senyum indahnya dan menyandang tiga titel baru : Dr. H. Panjul, M.Si. MA. 

Padahal anak nelayan  itu tidak pernah tamat SD. Kelihaiannya menguasai lima bahasa asing karena  puluhan tahun keliling dunia menjadi anak buah kapal tanker,  mampu menyamarkan ketololannya dengan sangat baik. Seumur hidupnya kerjanya  hanya melego jangkar, mabok, narkoba, main judi dan wanita.

Dunianya hanya sebatas anjungan dan  buritan kapal. Sekarang  dia adalah  putra mahkota. Calon kepala daerah dengan peci tidak pernah lepas dari kepala untuk menutupi kepala botak dan rambut pirangnya yang terbakar sinar matahari, olie dan alkohol.  

Peduli setan?!----
Dengan pasokan dana tidak terbatas, istri kontrak cantik rupawan, ajudan setia, buzzer dan pengawal berani mati. Media darling, Tim cyber bayaran serta para wartawan jadi-jadian, Panjul rajin blusukan kemana-mana menebar janji manis, dana haram penuh citra pesona. Setiap hari selalu saja ada agenda kunjungan sosial pemberian sumbangan amal yang diliput secara besar-besaran oleh semua media lokal dan nasional.

Para tokoh masyarakat, alim ulama, ormas dan LSM abal-abal dibikin mabuk dengan hadiah mahal yang memaksanya harus memuji pesona calon pemimpin masa depan nan sempurna, tanpa cacat-cela. Alim, santun, ramah, dermawan dan sederhana.

Preeeet!!!---- Vangkeeeeeeeeeee!!!
Calon pesaing keder dan minder karena lawan yang akan dihadapi terlalu tangguh dari segala sisi. Nyaris si Panjul melenggang tanpa ada lawan. Dua dewa iblis dari dunia kegelapan tertawa puas dengan mega proyek politiknya. 

Asyiiiiiiik!!!
Tepat! Pilkada dimenangkan suara mutlak mr Panjul MA. Lawannya, Mukidi S Sos. alumnus pertama perguruan tinggi terhebat di daerah itu terpental dengan sukses. Mereka  hanya mendapat dukungan kawan rapat dan kerabat keluarga dekat. Yang lain memilih berkhianat gara-gara duit nomplok segepok. Dana ikut calon pilkada 5M lebih hasil penjualan harta warisan nenek moyangnya ditambah utang bank, ludes-des tanpa sisa.  Kabarnya dia sekarang setress nantang semua orang untuk  berkelahi. 

to be continued.