#tipsmenulis

Bag: 4.
(nulis itu mudah) 

Oke gais! Ayock sekarang kita mencoba latihan. Ingat ya. Jangan pedulikan teori di buku pelajaran apapun. Ribet, pokoknya hajar nulis tentang apa saja. Masalah teori itu urusan nanti. Buktikan dulu kalau kamu bisa menghasilkan karya. Lama-lama juga akan tau aturan dengan sendirinya secara otomatis. Buktinya, guru bahasa indonesiamu sampai sekarang juga belom bisa bikin buku sendiri berdasarkan teori baku dari buku itu. 

Coba kamu ambil seal tape dan kapas. Plester rapat rapat mulut dan sumbat dua lubang telingamu dengan benda itu. Kemudian buka lebar lebar mata hati dan pikiran jeniusmu. Fokus, pusatkan seluruh konsentrasi pada layar monitor komputer atau ujung mata pena. Alirkan seluruh energy dan imajinasi dengan penuh semangat. Tumpah ruahkan semua kesana! Jangan ragu dan jangan berhenti sebelum benar benar selesai dengan tetesan darahmu yang terakhir. 

Hajar! Menulislah tentang apa saja. Bisa kisah saat kamu coba naksir kawan sekelasmu ternyata ditolak. [sekelas itu buanyaaak cuk! Pilih salah satu yang se lewel. Jangan kau kejar anak jendral. Bisa mati kau!] Atau naksir tukang somay yang ganteng baik hati beli bisa ngutang dan keren tapi suami orang. Bisa juga tentang tetangga baru yang selalu ngajak jogging tengah malem. [mau jogging apa ngajak maling!]

Atau bayangkan saat dirimu mandi di laut  sendirian, tiba-tiba seluruh propertymu ilang lenyap termasuk  dompet dan hp. Masak sih kamu pulang hanya pake cd, Itupun kalau make! [Ich,-nggak mungkin banget kalee!] Apa kamu mau berendam seharian nungguin pak Rt lewat.Apa nekad aja pulang dibungkus kantong kresek atau daun pisang? Memangnya onde-onde apah! Ituh misalnya. Semoga nggak ada yang ngira itu  beneran isinya onde-onde ato kue serabi!

Mikir bagaimana caranya kamu bisa pulang dengan aman damai tanpa ada kehebohan. Kira kira peristiwa apa saja yang terjadi. Pastinya kamu akan nangis meraung-raung sedih, kesal, takut, stress, senewen, malu, lucu gila, geli, maki-maki, ketawa ngakak sendiri karena badanmu melar karena kelamaan terendam air laut. [emang indomi!]

Coba kamu tulis semua peristiwa bodoh dan gila itu hingga kamu menemukan sensasinya sendiri dengan bahasa yang kamu kuasai dan orang lain mengerti. Kalau sudah selesai nulis, keluarlah nyari kegiatan lain agar otakmu kembali fresh. Tapi disarankan jangan nyebur lagi ke laot. Apalagi kamu buka semuanya. Kalau hilang lagi bisa lebih gawat urusannya! 

Menjelang tidur coba kamu baca ulang hasil karya tulis pertamamu terhebat itu sekali lagi. Sempatkan membacanya lima kali. Jangan buru-buru dibakar karya originalmu yang paling bersejarah. Pasti dech tanganmu gatal banget untuk mengeditnya. Lakukan saja, nggak apa-apa. Dijamin critanya bakalan melar kemana mana. 

Sisipkan kalimat yang lebih dramatis  mewakili peristiwa terjadi. Tambahi dengan pemeran tambahan jika itu perlu misalnya : tukang baso yang nungguin. Coret yang janggal, ganti dengan kalimat yang jauh lebih seru sampai menurutmu sudah sangat bagus. Lalu simpan dalam lemari besi kalau takut  dibaca adik atau emak. 

Ingat, itu adalah karya pertamamu menjadi seorang penulis yang baru saja menciptakan sebuah maha karya. Berilah nama samaran kecil dipojok atasnya. Kecil saja biar semua kawan yang baca penasaran. Besok pagi-pagi sekali, kamu suruh penjaga sekolah  memasang di majalah dinding. Jangan lupa untuk beri tips go’capan agar tidak membocorkan rahasia siapa pengarangnya. 

Lihat dan perhatikan dari kejauhan, apa kira-kira reaksi teman-temanmu yang membacanya. Kalau ternyata heboh dan viral menjadi topik pembicaraan yang meresahkan dunia, berarti kamu sukses! Kalau respon kawan kawanmu tambah penasaran, lanjutin saja ceritanya ke serial berikutnya yang lebih mengheboh kan dari sebelumnya. Selamat, berarti kamu sudah mulai mempunyai fans baru. Itu modal awal menjadi pengarang terkenal di warung warung dan toko-toko terdekat. [emang sendaljepit apah!] Tapi kalau mereka bawa clurit dan pentungan, cepet cepet kabuuuur! 

Jangan sia siakan kesempatan dan bakat besarmu. Jadikan resiko sebagai motivasi positif dan semangat. Bisa juga kamu nulis tentang pengalaman berbelanja di Mall. Di depan kasir saat mau bayar struk belanjaan, ternyata duit tidak cukup. Sedangkan di belakangmu antrian sudah banyak orang. Gimana caranya untuk lolos secara elegant. Gampang, munculkan cowok cakep dan baik hati yang mau nomboki sementara dengan barteran nomor WA dan KTP. Ribetnya, kamu baru saja jadian sama cowok punk dari lampu ijo. Gimana jika mereka dateng ke rumah barengan dan sama-sama ngaku calon menantu. Bisa terjadi perang sodara.

Kalau kamu punya ketrampilan menulis, banyak pilihan karier yang bisa ditekuni. Salah satunya yang paling membutuhkan keahlian seorang penulis adalah berkarier di media massa dan dunia entertainment. Baik itu media elektronik maupun media cetak seperti Jurnalis, Editor, novelis, script scenario film atau co writer, jubir, presenter, conten creator, ketua Rt dll. 

Coba kamu masuk ke dalam toko buku. Di sana ada ratusan jenis dan judul buku dari berbagai disiplin ilmu. Seperti tips ‘n trick, hobby, resep masakan warisan asli dari nenek monyong, buku kamus, ketrampilan berkebun, komik, novel drama horor, pintar komputer, kisah-kisah konyol, motivasi yang menginspirasi, dan lain lain sebegitunya. Lebih mudahnya, tulislah apa yang paling kamu bisa dan kuasai materinya.

Dalam sebuah koran atau majalah saja, bisa kamu temukan ada puluhan profesi penulis hebat yang ikut berkontribusi. Dari penulis opini, iklan, feature, zodiac, berita ekonomi, sosial, politik, seni budaya, kuliner, adventure, artikel, hukum, kesehatan dan lain-lain. Kalian bisa memilih salah satu untuk ditekuni sesuai passion untuk dijadikan sebagai karier. Di sana kamu juga bisa tau visi media dan latar dari para penulisnya. Alamatnya di mana. Siapa orang-orang yang terlibat dibalik media atau buku itu. Ada ilustrator, om editor, desain grafis, proofreader dan marketing. 

Mereka para pejuang di balik lahirnya sebuah buku buku hebat atau mass media. Mereka pahlawan peradaban ilmu pengetahuan sama halnya pak ustadz pak guru dan dosen. Semuanya butuh sentuhan tangan penulis. Dari situ kamu akan tahu betapa hebatnya seorang penulis.
Next : 5.

Komentar

Postingan Populer