#tipsnulis
Bag: 5.
(nulis itu mudah)
Seorang penulis itu punya insting, hidung, mata dan telinga sangat sensitif serta tajam kaya anjing pelacak. Telinganya bagai sensor radar. Mereka asli jenius dan serba bisa meski secara fisik penampilannya kadang norak sesukanya karena sudah terbiasa bersosialisasi dengan siapa saja dan dari berbagai kalangan profesi apapun termasuk pejabat dan penjahat. Kebanyakan penulis itu berangkat dari seorang Jurnalis, karena mereka terbiasa menghadapi problem dunia dengan berbagai macam peristiwa sehari-hari yang itu bisa dijadikan sebagai bahan materi tulisan. Tergantung dari kecerdasan masing masing. Yang jelas jurnalis dan penulis itu lQnya jenius diatas rata rata.
Seorang penulis banyak juga berasal dari kalangan akademisi. Dari umur berapapun dan latar apa pun. Lihat saja di rak-rak toko buku. Di sana penulisnya ada yang berprofesi sebagai guru agama, profesor doktor, ustazd, ibu rumah tangga, tukang ojeg, sopir, OB, dosen. Makanya nggak ada alasan buatmu untuk ngelez. Suer, aku ora iso nulis babar blas om!
Masalahnya kamu mau apa tidak. Seriuslah menekuni profesi keren yang awalnya sangat menyebalkan dan membosankan yang membuatmu keren. Maksudku, berjuanglah se maksimal mungkin sampai kamu bisa sukses menerbitkan novelmu sendiri. Syukur-syukur kamunya direkrut oleh orang terkenal untuk menjadi co writter ataupun ghost writter. Lalu ditawari menulis otobriografi tokoh top yang harus mengikuti semua kegiatannya sejak bangun tidur sampai tidur lagi.
Itu keren banget punya kesempatan mengawal dia 24 jam kemana saja. Makan minum juga bareng. Ketemu orang penting di hotel berbintang. Jalan jalan ke luar negri. Nonton konser. Naik jet pribadi. Mancing di laut. Berburu babi hutan ke mall. Keren dech pokoknya.
Kebiasaan itu bisa merubah karakter. Karakter merubah caramu hidup. Maka biasakan selalu belajar [berfikir kritis] agar nalar sehatmu terus bertumbuh dan itu menjadi wasilah kamu dianggap sebagai pribadi keren.
Pernahkah kamu membayangkan jika suatu saat nanti kamu menjadi novelis top ataupun ilmuwan terkenal karena menghasilkan karya tulis hebat yang dikagumi dan dihargai oleh banyak orang. Dipuji puji diundang podcast kemana mana. Bahkan dikejar-kejar sama penggemar bagaikan selebriti. Dan 50 tahun setelah kematianmu masih ada orang yang ingat namamu, tahu jelas riwayat hidupmu. Makanya pas banget jika orang menyebut penulis buku itu pejuang sekaligus para penjaga peradaban karena mereka penebar ilmu pengetahuan. Jutaan ide ide baru dan inovasi dengan mudah bisa tercipta memberi manfaat kepada dunia.
Maka wajar jika Allah SWT janji menaikkan beberapa derajad lebih tinggi kepada para ahli ilmu melebihi orang-orang biasa. Malaikat menyanjungnya. Nabi kita Muhammad menghargai. Para khalifah memberikan gelar terhormat dan penghargaan secara khusus serta menjamin seluruh kebutuhan kehidupan keluarganya agar mereka tetap fokus menulis dan mengkaji ilmu. Karya tulisnya dihargai dengan emas murni sesuai berat buku atau kitab yang ditulisnya. Di negri Konoha buku bagus dibajak, dijual murah. Penulisnya protes, capek sendiri karena tuntutannya berujung tidak jelas.
Aktifitas menulis dalam bentuk apapun seperti kita membuat surat, proposal, naskah pidato, berita, karya tulis ilmiah, artikel, cerpen, novel dan lain sebagainya pada prinsipnya adalah sama. Yaitu menuangkan gagasan atau ide pada sebuah media tertentu agar orang lain tahu apa yang ingin kita sampaikan. Atau untuk mempengaruhi opini publik atas keinginan dari para penulisnya.
Metode standarnya adalah : 5W+1H. [what, when, where, who, why dan how] Tidak harus sama persis plek. [komposisinya] Yang terpenting, kamu berani mencoba dan memulainya hingga itu menjadi sebuah hobi atau kebiasaan, minimal nulis diary, surat cinta buat siswa baru. Omelan ibu guru, curhat adik kelas, bisik bisik rahasia tetangga, caci maki buat pak polisi ataupun om pinjol yang pernah bikin kepalamu benjol. Harapan cita cita masa depan atau apapun itu. Ritual sialan seperti itu dulu coba kamu tulis dalam kertas kosong lalu remas-remas, buang untuk pelampiasan emosi yang mengendap dalam jiwa. Setidaknya cara itu adalah bagian dari therapist sakit jiwamu agar kembali ke jalan yang benar.
Buat kamu yang berIQ 170 gampang membuat tulisan karena nalarnya sudah terbiasa berfikir rasional. (Critical thinking) Teorinya : Asal ada fakta, data nyata, memahami konsep, mencoba mencari akar masalah sampai ketemu problem solvingnya dengan beberapa referency sebagai dalil hujah penguat [menurutmu]. It's clear. Syukur punya konsultan pribadi.
Bukan hanya itu saja sebenarnya. Masih ada banyak faktor penunjang lain, yaitu kecerdasan extra untuk mengolah ide original dan data imajinasi kemudian memadu padankan antara unsur cipta rasa dan karsa supaya apa yang ingin disampaikan terasa indah dan mudah. Menggunakan kalimat yang pas penuh makna serta diksi sederhana yang mampu memikat isi hati nurani dan perasaan jiwa pembaca. Mampu membius dan mensugesti, kemudian merubah mindset lama ke baru yang lebih baik.
Seiring waktu dengan seringnya kamu nulis, melihat, mendengar dan membaca buku maka kualitas karya tulisanmu akan semakin keren dengan sendirinya secara otomatis. Bisa karena terbiasa. Clear, no debat.
Pada dasarnya kita semua punya potensi itu secara alamiah karena punya mimpi imajinasi tidak terbatas. Kecerdasan mencerna sebuah ide informasi baru kemudian bisa mengembangkannya secara baik, proporsional untuk disampaikan kembali pada orang lain.
Itu saja sudah cukup sebagai bekal awal menjadi seorang penulis. Yang perlu kamu lakukan berikutnya adalah semangat pantang menyerah agar bisa lebih baik step by step. Kemauan keras untuk terus berani menulis, menulis, dan terus menulis sampai menjadi hobi dan sebuah habbit itu sangat berat. Nulis tentang apa saja, siapa saja, di mana dan kapan saja. Atau apa-pun terserah. Jadikan itu sebagai ritual rutin saat kamu punya waktu senggang sampai membuatmu merasa hal itu sudah menjadi kebiasaan untuk bisa mengungkapkan seluruh perasaan hati dan ide-idemu.
Jangan pedulikan dulu hasilnya seperti apa. Itu tidak penting [bagi pemula]. Yang terpenting adalah kamu bisa melewati proses yang amat sangat menyebalkan itu dulu karena butuh waktu cukup lama sampai kamu benar benar yakin sudah bisa memindahkan seluruh Imajinasi dari opinimu yang ada di kepala ke media lain dengan baik dan lancar. Jika ada guru dan kawan yang mengapresiasi tulisanmu. Itu sebuah tanda jika kamu sudah diakui sebagai penulis.
Ingatkah ketika saat kecil dulu. Atau saat adikmu baru berumur 12 bulan belajar berdiri untuk pertama kali. Satu demi satu kakinya belajar melangkah maju. Tidak peduli apakah itu salah arah apa tidak, yang penting bisa berdiri dan berjalan maju. Puluhan kali jatuh bangun nabrak sesuatu hingga babak belur, nggak peduli. Faktanya sekarang kamu dan adikmu bisa berlari, menari, bahkan dengan satu kaki. Semua adalah proses alamiah setiap usaha apapun termasuk dunia tulis menulis.
Atau bagaimana kamu belajar naik sepeda pertama kalinya. Jatuh berkali-kali tidak peduli. Nabrak apa saja yang ada di depan. Kadang sampai kecebur got dan terluka berdarah darah hingga harus dibawa ambulan ke bengkel. Sekarang kamu jagoan ngebut walaupun di jalan sempit dan berbahaya. Langkah pertama memang susah, lama lama terbiasa.
Sekali lagi, itu semua adalah proses. Dan itu harus dilewati. Kalau takut dengan resiko, mendingan mati saja! Hidup itu penuh dengan resiko dan harus berani menghadapi resiko. Masalah siapa nasibnya yang lebih parah, itu relatif. Tergantung bagaimana caramu menyikapi. Jadi, kapan kamu akan memulai?----
Semua penulis di seluruh dunia pernah dan harus melewati proses melelahkan dan rasa sakit seperti itu. Seorang petinju juara dunia juga harus kenyang menerima pukulan maut dari lawan hingga babak belur ribuan kali. Semua proses itu amat menyakitkan broh! Untuk sukses harus jadi pejantan tangguh.
One more. Untuk menjadi seorang penulis yang baik, sejak awal kita harus berani menyiapkan mental dan modal yaitu kudu memiliki kecerdasan extra, motivasi positif di lewel extrim, idealisme sekuat baja karena nanti di jalan akan ada banyak badai besar yang siap menghadang perjuanganmu seperti : Kena omel ortu. Tidak pernah dianggap. Dilecehkan oleh semua orang. Ditolak penerbit dan dicurigai copy paste karya orang lain. Yang lebih menyakitkan adalah karya kita dicuri.
Itu diantara beberapa alasan kenapa kita itu harus mempersiapkan mental baja dan siap membekali diri dengan ilmu sebanyak banyaknya sebelum terjun ke medan pertempuran karena dunia entertainment itu sungguh sangat brutal. Kalau tidak tangguh, bisa give up setres depresi dan bunuh diri terjun bebas masuk ke dalam sumur bor.
nb : tulis saran atau pertanyaan.
Next : 6.